Berburu Rumah, H2C yang Mengasyikkan

Foto: Situs allhomes.com.au dan realestate.com.au
Situs-situs properti menyajikan info lengkap tentang calon rumah yang bisa diinspeksi.

Tiga minggu di pertengahan tahun ini saya sibuk. Sejumlah aktivitas non kuliah menyita waktu, tenaga, dan perhatian. Saya ceritakan satu di antaranya: mencari akomodasi untuk keluarga.

Anak saya tiga, yang pertama menginjak kelas 1 SMP, yang kedua kelas 3 SD. Perempuan dan laki-laki. Tentu paling oke bila kami bisa mendapatkan unit dengan 3 kamar hingga kedua anak kami yang mulai besar masing-masing punya kamar. Namun bila ternyata kami hanya mendapat unit dengan
2 kamar, itu pun tak mengapa. Toh rumah kami di Indonesia juga hanya 2 kamar, jadi tidak ada penurunan.

Ada dua cara mencari rumah di Queensland. Pertama, melalui situs-situs properti seperti Allhomes (https://www.allhomes.com.au/), Domain (https://www.domain.com.au/), Realestate (https://www.realestate.com.au/) dan lainnya. Melalui situs-situs ini kita bisa memilih tipe rumah yang diinginkan (rumah tapak, townhouse, granny flat, shared house, hingga unit). Bila dalam satu bangunan terdiri dari dua rumah atau lebih, maka masing-masing rumah itu disebut unit. Unit bisa terletak di sebuah bangunan yg hanya terdiri dari 2 rumah, bisa juga merupakan bagian dari apartemen sekian lantai dengan puluhan unit. Satu unit biasanya terdiri dari kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tengah. Fasilitas yang biasanya ada namun tidak selalu ada adalah garasi. Penghuni unit-unit tanpa garasi bisa memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan atau mengurus izin parkir di jalan dekat unit kita berada. Tempat menjemur pakaian biasanya merupakan fasilitas bersama untuk semua penghuni unit dalam bangunan yang sama.

Yang juga perlu diperhatikan adalah apakah kamar mandi menyatu dengan toilet, atau terpisah. Tentu yang terpisah lebih baik, utamanya di saat-saat “genting”. Bila kamar mandi dan toilet menyatu, saat kita sedang kebelet padahal ada anggota keluarga lain yang sedang mandi, mau tak mau salah satunya harus mengalah.

Oya, apa pun jenis akomodasinya, biasanya terdiri dari 2 jenis: furnished dan unfurnished. Akomodasi furnished, artinya kita tinggal bawa badan. Di sini perabotan kunci yg dikenal dengan sebutan white goods (kompor, kulkas, dan mesin cuci) sudah disediakan, demikian pula dipan dan kasur beserta bantalnya, mebeler seperti meja dan kursi makan, sofa ruang tengah, bahkan ada juga yang menyediakan tivi dan heater. Bila akomodasi yang disewa unfurnished, biasanya kosong melompong. Semua perabot yang diperlukan harus disediakan sendiri.

Masing-masing pilihan ada kelebihan dan kelemahannya. Kelebihan akomodasi furnished tentunya karena tidak perlu susah-susah memikirkan cara mendapatkan perabot dan tidak perlu keluar dana untuk membelinya. Kelemahannya, semua barang yg disediakan tersebut harus tetap dalam kondisi baik saat kita meninggalkan akomodasi tersebut. Bila ada yang rusak, siap-siap uang jaminan (bond) dipotong.

Akomodasi unfurnished juga memiliki kelebihan. Memang, kita keluar dana dan tenaga untuk melengkapi, namun biasanya harga sewa yang kita bayar lebih murah. Selain itu, banyak orang-orang beruntung yang mendapat limpahan barang dari kawan-kawan yang pulang. Biasanya tak perlu bayar, hanya perlu mengangkutnya. Kalaupun bayar, biasanya harganya miring. Bisa juga beli baru, beli second, dikasih, atau hasil berburu saat kerbside.

Kerbside adalah satu periode, biasanya seminggu, dimana warga sebuah suburb diperbolehkan untuk meletakkan barang-barangnya yang sudah tidak dipakai lagi di jalan depan rumahnya tanpa dikenai denda. Barang-barang  ini boleh diambil siapa pun. Kalau beruntung, kita bisa mendapatkan perabot yg dibutuhkan secara gratis. Ada tivi, monitor, meja, kursi, sofa, kasur, kipas angin, selimut, buku-buku, alat dapur dan lainnya. Bahkan ada orang yang kerjaannya berburu barang-barang di kerbside dan menjualnya di gumtree, salah satu situs jual beli online.

Dalam mencari rumah, strategi masing-masing orang berbeda. Sebagian teman memilih mengajukan aplikasi satu-satu. Artinya, mereka mencari rumah yang benar-benar mereka incar, lalu mengajukan inspeksi sampai apply. Bila gagal, barulah mereka akan apply untuk rumah sasaran yang kedua dan seterusnya. Alasannya, enggan buang banyak waktu untuk inspeksi dan mengisi data aplikasi. Saya sebaliknya. Bagi saya rumah itu penting. Yah, bagi siapa saja rumah pasti pentinglah, hahaha. Saya juga agak susah memilih. Dan, yang pasti, belum tentu aplikasi saya diterima. Sebagai penerima beasiswa dan tidak ada pendapatan lain, secara finansial saya tergolong mepet. Karena itu, saya mengajukan aplikasi untuk inspeksi bagi 6 rumah. Saya menikmati semua prosesnya. Browsing lalu membandingkan kondisi dan fasilitas rumah serta harga sewanya merupakan keasyikan tersendiri bagi saya. Saya agak susah memutuskan. Bahkan setelah inspeksi pun, yakni waktu sekitar 10 menit dimana calon pembeli diberi kesempatan melihat seluruh sudut rumah dan bertanya pada agen yg menemani, saya tetap sulit memilih. Karena agak susah mempercayai perasaan saya, saya sampai membuat tabel perbandingan. Saya tulis masing-masing alamat rumah yang saya inspeksi. Ke kanan, saya buat kolom-kolom yg terdiri dari aspek-aspek yang saya anggap penting. Mislanya: jarak ke kampus, jarak ke sekolah anak, jarak ke tempat berbelanja, ketersediaan transportasi umum, harga sewa, dekat atau jauh dari teman-teman Indonesia, kamar mandi menyatu dengan toilet atau terpisah, ada garasi atau tidak, dan lainnya. Masing-masing aspek saya beri skor. Dari situ saya merasa membuat keputusan yg objektif.

Berdasar tabel itu, rumah A yg memiliki nilai paling tinggi, diikuti rumah B. Rumah c, karena memiliki nilai yg lebih rendah, langsung saya hapus dari daftar. Tiga yang lain saya lanjutkan ke tahap aplikasi. Tentu Anda memiliki strategi yang lain lagi. Selamat berburu akomodasi. Biasanya memang membuat harap-harap cemas, namun mengasyikkan. (Supardi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *