Nikmati Masakan Indonesia, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa

Foto. Yudi Suharto
Paket nasi goreng dalam penggalangan dana bagi korban gempa Sulawesi Tengah di Masjid Moorooka, Jumat, 12 Oktober 2018.
Foto. Yudi Suharto
Para relawan Indonesia melayani para jamaah yang berdonasi dengan membeli masakan khas Indonesia.

Foto: Dok. Ani Apton

Salah satu anggota tim survei tiba untuk membangun sarana air bersih bantuan IMCQ bagi para korban gempa di Palu.

Logan – Banyak mata di seluruh dunia terbeliak kaget. Mereka tak pernah menyangka pemukiman, lengkap dengan rumah dan beragam gedung lain di atasnya, terombang-ambing seperti rakit di atas sungai berarus deras. Hanya beberapa detik, memang, karena setelah itu semua bangunan rata dengan tanah, sebagian terhisap lalu tertimbun di dalamnya. Inilah liquefaction yang terjadi dalam rangkaian gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala (Sulawesi Tengah, Indonesia), 28 September 2018 lalu. Bencana alam ini menimbulkan ribuan korban jiwa, sementara puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Meski demikian, duka bukanlah satu-satunya yang tersisa. Warga Indonesia di Queensland, misalnya, bahu membahu mengumpulkan donasi untuk para korban. Salah satunya digelar hari ini, Jumat, 19 Oktober 2018 di Masjid Logan. Jamaah sholat Jumat akan menjumpai beberapa menu kuliner Indonesia yang dikomandoi Ani Apton. Hasil penjualan akan disalurkan untuk para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Masjid Moorooka

Sebelumnya, penggalangan donasi yang sama dilakukan di Masjid Moorooka, Brisbane, Jumat, 12 Oktober 2018. Masjid yang biasanya dipadati jamaah keturunan Afrika, tiba-tiba bernuansa Indonesia. Sedap aroma nasi goreng menguar dari paket-paket yang terhampar di meja.

Nasi goreng itu adalah produk amal hasil kolaborasi Indonesian Muslim Community of Queensland (IMCQ), Indonesian Islamic Society of Brisbane (IISB) bekerja sama dengan Komunitas Muslim Moorooka dan para relawan lain yang melakukan pengumpulan dana untuk disalurkan kepada korban bencana di Sulawesi Tengah. Antusiasme para jamaah sangat membuat haru. Sekitar 5.000 dollar Australia terhimpun dalam waktu kurang dari 1 jam dari penjualan nasi goreng dan makanan lain maupun donasi langsung.

Momentum ini juga dijadikan ajang mengenang memori indah beberapa sahabat Muslim Afrika ketika tinggal di Indonesia. Sebagain dari mereka bahkan fasih berbahasa Indonesia. Ada yang pernah studi dan bekerja di Indonesia. Mereka senang tinggal di Indonesia dan kangen kembali ke sana. (Dharmawan Atmoko, Supardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *